Bahasa :

ARTIKEL

Pertama kali menjabat Kapolres Bantul, bagaimana Bapak melihat Kabupaten Bantul, baik dari sisi masyarakat maupun letak geografis?

Saya melihat Kabupaten Bantul yang memiliki karakteristik khan tersendiri. Utamanya adalah komposisi masyarakatnya yang cukup bervariasi. Terdiri dari masyarakat yang agamis. Namun juga masyarakat yang industri. Pada waktu kami masuk, kebetulan juga sedang ramainya isu santet. Dan tentunya kami melihat bahwa sebagian masyarakat Bantul masih mudah terprovokasi oleh orang-orang yang berupaya menyebar isu santet dan terjebak melakukan pelanggaran hukum.

Dan kami melihat dari segi geografis, Bantul dikenal sebagai daerah tapal kuda, yang dari dulu sudah kenal sebagai daerah di jalur pantura. Tentunya ini menempatkan wilayah Bantul menjadi sangat terbuka. Karena posisinya merupakan perlintasan bagi masyarakat yang menunju ke arah timur.

Apakah itu menuju ke arah Timer Pulau Jawa ini sampai Pulau Ba dan sampai menuju ke Malang, arah selatan Berada di lokasi yang sangat strategf dipersimpangan jalan.yang tentunya menjadi daerah yang sangat terbuka dan mengandung konsekwensi yang cukup besar di dalam masalah kamtibmas. Apa yang akan dilakukan terhadap masyarakat, khususnya masalah isu santet?

Tidak ada lain, bagaimana kita meningkatkan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat. Bahwasanya, hal-hal yang terkait dengan isu santet itu adalah sesuatu tidak bisa didasarkan pada suatu persepsi atau prasangka-prasangkayang belum mendasar dan tidak sesuai dengan fakta.